ayat alquran tentang injil palsu
ALQURAN- KITAB SUCI PALSU. Post by nafaurbach » Mon Dec 28, 2009 4:37 pm. Catatan: Zabur/Mazmur, dan Injil) sudah diselewengkan, ditambah-tambah dan diubah sedemikian rupa sehingga sudah kehilangan keasliannya sebagai Sabda Tuhan. Dengan kata lain kitab-kitab tersebut sudah dipalsukan.
OaseIman. Selasa, 22 Maret 2022 - 06:00 WIB. Benarkah Yahudi Bangsa Paling Unggul? Inilah Kata Al-Quran tentang Bani Israil. Bagikan: WhatsApp. Allah menyebutkan, letak kemuliaan dan keunggulan Bani Israil atas umat-umat yang lainnya, ketika taat pada Allah dan ajaran para nabi. SAMPAI hari ini, orang Yahudi percaya bahwa
Haldemikian juga telah dinyatakan dalam Alquran. Kemudian dalam ayat lainnya di Kitab Injil Yahya, Nabi Muhammad digambarkan sebagai penghibur (Rahul Kudus) dan yang akan memuliakan Nabi 21 Isa karena ia akan mengambil beberapa keterangan dari apa yang telah diterangkan oleh Nabi Isa kepada kaumnya.
4 Injil palsu Barnabas bab 54 angka 104, Yesus Kristus menyangkal sebagai Al-Masih dan menunjuk datangnya seorang Al-Masih sesudah-Nya. "Hazrat Isa mengaku dan berkata benar: Saya bukan Al-Masih saya sememangnya telah dihantar kepada rumah Israil sebagai nabi penyelamat; tetapi setelah saya akan datangnya Al-Masih" (Injil Barnabas m.s. 54, 104)
AjaranAlquran ini dapat dibandingkan dengan Alkitab (Markus 10:18; Matius 26:39; Yohanes 14:28, 17: 3, dan 20:17) di mana Yesus mengajarkan bahwa yang ia sembah adalah satu-satunya Allah yang benar. Lihat juga Matius 12:18; Kisah 3:13, dan 4:27 di mana kita menemukan bahwa murid-muridnya mengenalnya sebagai 'Hamba Tuhan'.
Lettre De Remerciement Suite À Une Rencontre D Affaire. Ilustrasi membaca Alquran. Foto Chaideer Mahyuddin/ adalah kitab suci utama dalam agama Islam Kalam Allah SWT, yang dipercayai Muslim bahwa kitab ini diturunkan oleh Allah, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ayat Alquran beserta terjemahan menurut Kemenag RI tentang masyarakat buta Ali 'Imran Ayat 20فَاِنْ حَاۤجُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلّٰهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗوَقُلْ لِّلَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ ۗ فَاِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚ وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ ۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِالْعِبَادِ ࣖJika mereka mendebat engkau Nabi Muhammad katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan demikian pula orang-orang yang mengikutiku.” Katakanlah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah diberi Kitab Taurat dan Injil dan kepada orang-orang yang umi,87 “Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka telah masuk Islam, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Allah Maha Melihat Kata umi yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang yang tidak mendapat kitab selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut [email protected]
Kisah Nabi Isa dalam Al-Quran sangat menarik. Namun, saya terkejut ketika membaca kisahnya dalam Al-Quran. Saya melihat beberapa informasi mengenai Isa Al-Masih yang tidak terdapat dalam Kitab Allah Injil. Sekarang, karena riset pakar-pakar sastra, kita tahu dengan pasti sumber-sumber informasi itu. Untuk mengerti akidahnya, sangat penting kita orang Kristen dan Islam, mengerti sumber dari Al-Quran, bukan? Beberapa Kisah Nabi Isa Dalam Al-Quran Isa Al-Masih adalah nabi istimewa dalam Al-Quran dan wajib diimani umat Islam. Al-Quran mencatat banyak hal tentang Isa Al-Masih. Ia suci, tidak pernah berdosa, lahir tanpa ayah, mengerjakan banyak mukjizat, dan akan turun pada hari kiamat untuk menghakimi semua umat manusia. Apa yang Al-Quran katakan tentang Isa selain dari mukjizat-mujikzat yang Dia kerjakan? Al-Quran menjelaskan tentang Nabi Isa bahwa Dia adalah “Tanda dan Rahmat dari Allah” untuk manusia. “. . . dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” Qs 1921. Al-Quran juga mengatakan Isa adalah Kalimat Allah, terkemuka di dunia dan di akhirat. 345 – “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” Orang Kristen Dalam Kehidupan Muhammad Bukanlah Ahli Agama Yang aneh beberapa kisah tentang Nabi Isa dalam Al-Quran tidak sesuai apa yang dicatat dalam Kitab Injil. Apa alasan dan latar belakangnya? Ternyata Nabi Islam berhubungan dengan beberapa orang Kristen semasa hidupnya. Diantaranya Waraqa, sepupu Khadija, isteri pertama nabi. Kemudian, orang-orang Kristen yang mengurus karavan-karavan kafilah di tanah Arab. Ketiga, Maryam, seorang budak Kristen yang dihadiahkan kepadanya, yang kemudian menjadi istrinya. Disimpulkan, mereka bukan ahli agama Kristen. Muhammad mendapatkan sebagian informasi mengenai Kekristenan dari orang-orang tersebut. Dua hal yang Muhammad peroleh sehingga mempengaruhi catatannya tentang kisah Nabi Isa dalam Al-Quran adalah 1. Isa Berbicara Dalam Buaian – Dongeng Atau Fakta? “Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian …” Qs 346, 1929. Dongeng ini berasal dari Injilut Tafuliyyah atau “Injil Masa Bayi Isa Al-Masih” Gospel of the Infancy of Jesus Christ. Ahli sastra mengakui bahwa injil palsu ini, berasal dari Mesir, pada tahun 150-200 M. Yaitu 150 tahun sesudah masa hidup Isa. Ingatlah, Allah mewahyukan Injil yang benar kepada para rasul-Nya sebelum tahun 100 M. Sayangnya, Nabi Islam mengutip injil palsu ini dalam Al-Qurannya 2. Isa Membuat Burung dari Tanah – Dongeng Atau Fakta? “… aku Isa membuat … dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung …” Qs 349. Mujizat ini tidak pernah terjadi. Nabi Islam mengutip dongeng ini dari injil palsu juga. Yaitu “Injil ThomasOrang Israel”The Gospel of Thomas the Israelite, karangan tahun 150 Masehi. Dongeng ini diulang oleh Nabi Islam dalam Qs 5110. Semua orang masa itu dan juga sekarang tahu bahwa “Injil Thomas, Orang Israel” adalah “Buku Dongeng” yang tidak memuat informasi yang benar mengenai Isa Al-Masih. Karena dongeng-dongeng inilah umat Kristen tidak mengakui kisah Isa dalam Al-Quran sebagai wahyu dari Allah. Dapatkah Al-Quran Dijadikan Sumber Kebenaran Kristen? Karena adanya kesalahan kisah Nabi Isa dalam Al-Quran yang berasal dari injil palsu, maka Al-Quran tidak dapat dijadikan sumber informasi untuk mengerti agama Kristen yang benar. Apakah Anda rindu mengerti kebenaran tentang Isa Al-Masih dan agama Kristen? Untuk itu, saya mengundang Anda membaca Injil Allah. Injil memuat empat riwayat hidup Isa Al-Masih yang diwahyukan Roh Allah kepada rasul-rasul-Nya. Dengan membaca semuanya Anda akan mendapat informasi yang benar tentang Isa bin Maryam! Anda dapat membaca Injil di sini atau di sini. Tetapi jauh lebih baik ialah download App untuk seluruh Kitab Allah di sini. Kiranya Anda selalu ingat intisari Injil dan tujuan utama Isa Al-Masih turun ke dunia, ialah untuk menyelamatkan kita. Informasi dan doa keselamatan terdapat di sini. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “ Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Pengakuan Pewahyuan Al-Quran Adalah Firman Allah Benarkah Ada Bukti Sejarah Pembukuan Al-Quran Yang Terpelihara? Umat Islam, Hindarilah Injil-Injil Palsu! Kepalsuan Injil Barnabas Menurut Islam Penolakan Mukmin Akan Kitab Allah Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Mengapa, menurut hemat Anda, Nabi Islam mau mengutip dongeng dari Injil-injil palsu? Bagaimana mestinya sikap kita terhadap karangan yang memuat dongeng-dongeng? Apakah harus menjadi sikap kita jikalau kita ketemu dengan kesalahan dalam Al-Quran? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke 0812-8100-0718
“Ada banyak Injil dan surat rasul awal-awal yang tidak lolos masuk ke dalam Perjanjian Baru karena adanya perbedaan kisah Isa Al-Masih yang diceritakan—Injil-injil seperti Injil Thomas, Injil Ebionit, Injil Ibrani, dan Injil Koptik Mesir” Ada beberapa “Injil” yang ditulis belakangan setelah ditulisnya Injil menurut Matius, Markus, Lukas dan Yahya. Injil-injil palsu itu pun ditolak oleh umat Kristen awal-awal. Gereja mula-mula menolak Injil’ palsu karena alasan yang sama mengapa setiap Muslim pasti akan menolaknya juga Hampir semua buku-buku itu ditulis oleh sebuah gerakan keagamaan yang disebut Gnostisisme, yang ditentang oleh para rasul awal-awal. Gnostisisme telah ada sebelum kekristenan dan nyatanya adalah sebuah gerakan terpisah, meskipun mereka mencoba untuk membuat-buat Isa Al-Masih yang lain sebagai guru Gnostisisme. Pada dasarnya Gnostisisme mengajarkan bahwa bukan Tuhan yang menciptakan dunia, melainkan suatu sosok pencipta dunia yang jahat dan tidak sempurna. Mereka berpaham dualis, yang berarti bahwa mereka percaya bahwa alam jasmaniah sifatnya jahat. Mereka mengajarkan bahwa Isa Al-Masih tidak memiliki tubuh jasmaniah, oleh karenanya beberapa dari mereka berpendapat bahwa Isa tidak mungkin meninggal secara fisik. Mereka adalah pertapa, banyak juga yang vegetarian dan beberapa melakukan kegiatan ibadah birahi. Buku-buku seperti Kisah Paulus, Injil Thomas dan Injil Mesir mengajarkan bahwa hubungan birahi itu salah bahkan jika dalam pernikahan. Mereka percaya bahwa keselamatan itu tidak diperoleh melalui iman dan kebenaran tetapi melalui pengetahuan gaib rahasia, mirip dengan sekelompok Hindu tertentu sekarang ini. Untuk menguatkan ide-ide mereka melawan para rasul, mereka biasanya membuat-buat kisah yang berbeda tentang Isa Al-Masih. Sebagai contoh, Injil Yudas mengajarkan bahwa Isa Al-Masih meminta Yudas untuk mengkhianati dirinya di kayu salib agar rohnya bisa dibebaskan dari penjara tubuh manusianya. Ide-ide ini menembus ke dalam Injil Thomas, Injil Maria, Injil Yudas dan Injil Koptik Mesir Injil Ibrani adalah suatu pengecualian, karena tidak bersifat Gnostik. Para ahli percaya Injil Ibrani adalah penambahan belakangan pada kitab Matius yang memberikan penjelasan teliti, seperti mengganti “makanan kami sehari-hari” dengan “makanan untuk besok” dalam Doa Bapa Kami. Penambahan biasanya dianggap sebagai tanda teks itu tidak asli karena kecil kemungkinan versi yang lebih baru dibuat untuk membuat tulisan semakin tidak jelas. Ahli Alkitab abad keempat Jerome memiliki minat yang besar pada tulisan ini yang menurutnya adalah sekedar Injil Matius dalam bahasa Ibrani. Dia menulis “Injil Ibrani adalah Injil yang digunakan orang Nasrani dan Ebionit, yang baru-baru ini diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani, dan yang kebanyakan orang anggap sebagai Injil Matius yang sahih…” Menurut Jerome, perbedaan tulisan yang ada dengan kitab Matius hanya sedikit. Salah satu dari beberapa perbedaan dalam tulisan ini sifatnya menyesatkan, karena mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah ibu Isa Al-Masih Amit-amit! Menurut pihak berwenang di masa lampau, seperti Jerome dan Epifanius, Injil Ebionite adalah nama lain Injil ini. Kitab-kitab seperti Injil Thomas, Injil Yudas dan Injil Koptik Mesir itu ditulis bukan pada abad pertama tidak seperti kitab Matius, Markus, Lukas dan Yahya, tetapi disusun pada abad kemudian. Ajaran Gnostik yang menembus Injil tersebut tidak mewakili pemikiran Yahudi yang dimiliki Isa Al-Masih, tetapi pemikiran Yunani yang berkembang di abad kedua. Umat Kristen awal-awal jelas jauh lebih bisa membedakan daripada kita mana buku yang sahih dan mana yang tidak. Buku-buku tersebut semuanya tidak masuk dalam “kanon” norma bukan karena alasan teologis, tetapi karena tidak ditulis oleh para rasul. Gereja tidak “memilih” sesukanya mana yang masuk dalam kanon, melainkan mereka percaya mereka diberi kuasa hanya untuk menerima dan mengakui apa yang telah diberikan Tuhan dalam kitab yang diterima dari para rasul dan sahabat langsung Wahyu Petrus bukan merupakan bagian dari kanon karena itu jelas tidak ditulis oleh Petrus atau bahkan di masa para rasul. Ini terlihat jelas dengan penggunaan 4 Ezra di bab 3, yang baru ditulis sekitar tahun 100 Masehi. Inilah sebabnya mengapa pemimpin awal-awal gereja Origen dari Palestina di tahun 240 menganggapnya palsu. Satu-satunya perbedaan pendapat yang ada tentang kanon adalah mengenai kitab-kitab yang tidak terlalu penting seperti kitab Wahyu, 2 Petrus, Surat Clement, Gembala Hermas, yang masuk atau tidaknya ke dalam kanon tidak akan mempengaruhi ajaran dasar dan pesan Injil Gereja. Mengingat kedua fakta tersebut, sesat sifatnya untuk seorang pendebat seperti Zakir Naik menyajikan keberadaan Injil-Injil’ palsu ini sebagai bukti/dalil untuk suatu Injil jadi-jadian yang cocok gagasan Wahabinya. Lihat Irenaeus, Against Heresies 3 Melawan Penyesatan 3.kata pengantar; seperti dikutip dalam “The Canon of Scripture” Kanon Alkitab Pendalaman Alkitab ESV, Crossway, Wheaton, 2008
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Saya seorang muslim, dan saya jumpai sangat jarang umat Islam yang mau mengkaji Al-Qur’an secara mendalam. Hal ini bisa dibuktikan dengan sepinya majelis-majelis ilmu yang di dalamnya ada kajian Al-Qur’an. Saya rasa Kristen pun demikian. Sepinya Gereja pada hari-hari ibadah mereka juga bisa mengindikasikan banyak umat Kristiani yang jarang sekali membuka Alkitab Bible, yang selanjutnya - pada versi Islam - disebut “Injil”. Alhamdulillah saya memiliki Alkitab dan Al-Qur’an. Saya mencoba menyandingkan antara Alkitab dengan Al-Qur’an. Perbedaan yang tampak secara fisik terlihat dari tulisannya, Al-Qur’an berbahasa Arab, sedangkan Alkitab – Cetakan LAI Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta 1992 - berbahasa Indonesia. Cara membacanya pun berbeda, Al-Qur’an dibaca dari kanan, sedangkan Alkitab dibaca dari kiri seperti tulisan pada umumnya. Saya menemukan ada beberapa kesamaan dari sisi kandungan yang ada di dalam kedua Kitab Suci tersebut. Sebagai muslim tentu saya lebih banyak menguasai Al-Qur’an ketimbang Alkitab. Ada beberapa ayat di Alkitab yang ternyata memiliki kesamaan isi kandungannya dengan Al-Qur’an, misalnya dalam persoalan sebagai berikut ;Tuhan itu Esa, TunggalSebagai muslim tentu saya tidak menemukan kesulitan di dalam memahami konsep ketuhanan dalam Islam. Islam memiliki konsep ketuhanan yang dinamakan Tauhid. Banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang keesaan Allah SWT. Misalnya di dalam Al-Ikhlash yang berbunyi “Qul huwallahu ahad …” Al-Ikhlash ayat 1, “Katakanlah Muhammad Dia-lah Allah Yang Maha Esa…”. Kemudian di dalam Al-Baqarah ayat 163 juga disebutkan, “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Al-Hasyr ayat 22 juga menyebutkan, “Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Dan masih banyak ayat-ayat lain yang menyebutkan bahwa Allah itu Esa atau Tunggal. Ayat-ayat “Injil” ternyata juga banyak yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa. Misalnya di dalam Kitab Perjanjian Lama, Ulangan 6 Ayat 4 menyebutkan, “Dengarlah hai Israel TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”. Kemudian di dalam Ulangan 4 Ayat 35 disebutkan, “Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.” Ada lagi di dalam Ulangan 4 Ayat 39, “Sebab itu ketauhuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.” Dan tentunya masih banyak ayat-ayat “Injil” yang lain yang serupa dengan ayat-ayat di atas. Secara literal, jelas sekali antara Al-Qur’an dan Alkitab memiliki kesamaan di dalam menyebutkan bahwa Tuhan Allah itu esa. Esa jika kita buka di dalam KBBI artinya tunggal atau satu. Hal inilah yang meyakinkan Ust. Insan L. Mokoginta mantan Kristen, Dr. Yahya Waloni mantan Pendeta, dan juga Irena Handono mantan biarawati meyakini bahwa Tuhan itu satu. Dalam beberapa ceramahnya yang saya jumpai, hal inilah yang menjadi alasan bagi mereka untuk lebih memilih konsep keesaan Tuhan yang dipahami oleh Islam. Yesus Nabi Isa as adalah Nabi atau Rasul Utusan Tuhan Selain kesamaan dalam konsep ketuhanan, Alkitab dan Al-Qur’an juga memiliki kesamaan di dalam menyebut Yesus baca Nabi Isa sebagai Rasul utusan Tuhan. Dengan gamblang, di dalam Perjanjian Baru, Matius 10 ayat 5 menyebutkan, “Jawab Yesus Aku diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Yohanes 7 ayat 40 menyebutkan, “Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan itu, berkata “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Di dalam Yohanes 17 ayat 3 disebutkan , “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan Mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Selanjutnya di dalam Yohanes 17 ayat 8 disebutkan, “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari padaMu, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Dan masih banyak ayat-ayat lain yang menyebutkan bahwa Yesus adalah Nabi atau utusan Allah. Al-Qur’an telah jelas menyebutkan bahwa Nabi Isa adalah utusan Allah. Sebagaimana disebutkan di dalam Surat An-Nisa ayat 171. “Sesungguhnya Almasih Isa Putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-Nya". QS. An-Nisa ayat 171. Ayat ini dipertegas lagi oleh Hadits Nabi yang menyebutkan bahwa Nabi Isa akan diutus oleh Allah SWT di kemudian hari menjelang kiamat, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya". HR Bukhari. Babi itu Haram ! Titik temu yang selanjutnya yaitu pada persoalan memakan daging babi. Islam melalui Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3 sudah jelas menyebutkan, “Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah…”. Surat Al-Baqarah ayat 173 dan Surat An-Nahl ayat 115 juga menyebutkan daging babi itu haram. Ayat-ayat tersebut juga didukung oleh hadits Nabi SAW, salah satunya yaitu hadits yang diriwayatkan Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr dan hasil penjualannya dan mengharamkan bangkai dan hasil penjualannya serta mengharamkan babi dan hasil penjualannya.” HR. Abu Daud. Kita lihat di dalam Alkitab atau Bible. Di dalam Imamat 11 ayat 7 disebutkan, “Demikian juga babi, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.”. Informasi yang saya dapatkan dari ceramah Ust. Insan L. Mokoginta, babi pada Imamat 11 ayat 7 tersebut ada perbedaan pada Alkitab cetakan-cetakan yang berikutnya. Namun secara kebetulan Alkitab yang saya miliki ini cetakan tahun 1992, sehingga pada kata “babi” belum ada tambahan kata “hutan”. Sangat jelas bahwa Al-Qur’an dan Alkitab memiliki kesamaan di dalam pengharamannya terhadap daging babi. Para ulama fiqih juga telah sepakat bahwa hukum memakan daging babi adalah haram, baik itu babi hutan maupun babi ternak yang ada pada umumnya. Sehingga umat Islam tidak ada keraguan terhadap keharaman daging babi secara mutlak. Kewajiban Khitan Bagi Laki-laki Saya kira semua umat beragama mengetahui bahwa khitan adalah memotong sedikit kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki. Lebih luas lagi pembahasannya jika dikaji melalui pendekatan ilmu kesehatan. Akan tetapi dalam pembahasan kali ini kita hanya membicarakan syariat khitan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Injil. Saya akan berangkat dari Alkitab terlebih dahulu, karena kata “khitan” justru belum saya temukan di dalam Al-Qur’an, walaupun umat Islam tidak ada perselisihan mengenai kewajiban khitan bagi laki-laki. Ajaran khitan dapat kita jumpai sangat banyak pada Kejadian 17 ayat 10 14. Saya kutip Kejadian 17 ayat 14 saja, berbunyi, “Dan orang-orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak di kerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” Pada ayat-ayat yang lain juga menyebutkan bahwa Abraham Nabi Ibrahim AS. dikhitan pada usia 99 tahun Kejadian 17 ayat 24, dan anaknya, Ismael Nabi Ismail AS. dikhitan pada usia 13 tahun Kejadian 17 ayat 25. Sedangkan di dalam Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyebutkan syariat khitan. Hanya saja Al-Qur’an secara implisit memerintahkan kepada umat Muhammad SAW agar mengikuti syariat Nabi Ibrahim AS. Sebagaimana yang disebutkan di dalam An-Nahl ayat 123 yang berbunyi, “Kemudian Kami wahyukan kepadamu Muhammad, “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif. Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”. Mengenai syariat khitan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS ini disebutkan di dalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Nabi Ibrahim AS berkhitan setelah berusia delapan puluh tahun dan beliau khitan dengan menggunakan kampak”. HR. Bukhari juz 7, hal. 143. Mengenai ajaran khitan, justru “Injil” telah merinci dengan jelas dan tegas akan kewajibannya. Bahkan menghukum laki-laki yang tidak berkhitan. Islam tidak menurunkan syariat khitan melalui ayat Al-Qur’an, akan tetapi Allah menjelaskannya melalui lisan Rasulullah SAW seperti yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, Fithrah itu ada lima 1. Khitan, 2. Mencukur rambut kemaluan, 3. Mencabut bulu ketiak, 4. Memotong kumis, dan 5. Memotong kuku”. HR. Bukhari juz 7, hal. 143. Membuat PatungGambar wajah Yesus dan Maria hampir dipastikan terdapat disemua umat kristen. Dan umumnya mereka sangat menghormati patung, gambar atau lukisan wajah Yesus dan Ibunya Maria. Padahal sangat jelas Allah melarang dalam Alkitab, membuat atau menyembah kehadapan patung. Keluaran 20 ayat 4 dan 5 menyebutkan, “Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Janganlah sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu …” Ulangan 4 ayat 23 menyebutkan, “Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian Tuhan, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yg menyerupai apapun yang oleh Tuhan, Allahmu dilarang kau perbuat.” Imamat 26 ayat 1 juga menyebutkan, “Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu, juga baru berukir janganlah kamu tempatkan di negrimu untuk dujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan, Allahmu.” Dan masih banyak ayat-ayat yang lain yang berbunyi senada dengan ayat-ayat di atas. Sedangkan Islam tidak memiliki perbedaan tentang keharaman membuat patung untuk disembah. Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman“Dan ingatlah, ketika Ibrahim berkata Ya, Tuhanku, jadikanlah negeri ini Mekah, negeri yang aman, dan jauhkanlah Aku beserta anak cucuku dari pada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” 14 35-36. “dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” 1420-21. Kemudian di dalam Al-An’aam ayat 74 juga disebutkan “dan ingatlah di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” 674Ayat-ayat di atas saya kira bisa dijadikan titik temu antara Alkitab dengan Al-Qur’an dalam persoalan larangan membuat patung/berhala untuk disembah. Akan tetapi larangan ini sepertinya tidak diindahkan oleh kebanyakan umat kristiani dan beberapa umat Islam. Bukti kristen membuat patung bahkan disembah yaitu, tanda salib, patung Yesus, patung Yosef, patung Malaikat, patung Bunda Maria, pohon Natal, dan patung-patung yang lainnya. Hal lainnya pada perayaan PASKAH ada upacara penciuman patung Yesus yang di SALIB, itulah bukti penyembahan mereka terhadap berhala-berhala. Dan tentunya Nabi Isa alaihissalam yang mereka klaim sebagai Tuhan Yesus, tak mungkin mengajarkan untuk menyembah selain KiblatSetiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an ayat 148. “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dalam Alkitab disebutkan dengan jelas bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat, ini ayatnya Mazmur 5 ayat 8, “Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. Mazmur 138 ayat 2, “Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Yehezkiel 44 ayat 4, “Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud di dalam ajaran Islam, menghadap kiblat dalam shalat adalah syarat sah shalat. Para ulama telah ber-ijma akan kewajiban menghadap kiblat dalam pelaksanaan shalat. Kewajiban menghadap kiblat ini berdasarkan al-Qur’an, al-Sunnah dan ijma. “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” 144. Kemudian dipertegas di dalam hadits, “Jika engkau hendak mendirikan shalat maka sempurnakanlah wudhumu, kemudian menghadap-lah ke kiblat lalu bertakbirlah.” HR. al-Bukhari Muslim.Ayat-ayat tersebut di atas bisa menjadi bukti bahwa terdapat titik temu Alkitab dengan Al-Qur’an dalam persoalan menghadap kiblat di dalam shalat. Masih terdapat banyak titik temu antara Alkitab dengan Al-Qur’an dalam persoalan-persoalan yang lain. Terutama di dalam menceritakan kisah-kisah para Nabi dan Rasul terdahulu. Tulisan ini hanya membahas pesoalan-persoalan pokok yang menjadi titik temu antara dua kitab suci tersebut. WALLAHU’ALAM. Lihat Bola Selengkapnya
Siapa yang tidak pernah mendengar soal injil barnabas. Terlebih umat Muslim. Bagi para Mukmin, injil ini kerap sekali dianggap sebagai satu-satunya injil yang masih asli. Tapi, tahukah Anda bahwa ada tujuh fakta yang menyatakan injil barnabas palsu? Anda perlu menyelidiki ketujuh fakta tersebut untuk menolong Anda lebih mengerti dan memahami injil barnabas. Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Setelah membaca tujuh alasan di atas, apakah sdr yakin bahwa injil barnabas palsu atau injil asli? Jelaskan alasannya! Selain tujuh fakta di atas, adakah fakta lain yang menyatakan ketidak-aslian injil barnabas? Bila ada, sebutkanlah! Menurut saudara, mengapa para Mukmin cenderung mempercayai injil barnabas sebagai injil asli daripada Injil Allah? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, baik dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk pertanyaan singkat, dapat mengirimkan WA/SMS ke 0812-8100-0718. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut Kepalsuan Injil Barnabas Menurut Islam Menguji “Injil Barnabas” Dengan Al-Quran dan Injil Allah Guru Besar Islam Mencap Injil Barnabas Palsu Injil Barnabas Adalah Injil Palsu! Video Injil Barnabas Palsu, Jangan Dipercaya! Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke 0812-8100-0718
ayat alquran tentang injil palsu